Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

~**~ Prince Charming ~**

Suka atau tidak suka, harus kita akui saja -- seperti kebanyakan wanita lainnya-- Rasa Romantisme kita adalah 'korban' dari 'Dongeng Negeri seribu satu malam dan cinderela'.. Impian bertemu pangeran tampan, Jatuh cinta And.. Happily Ever After..

Namun.. saat Cinta dari negeri nyata menghampiri kita....Manakah yang lebih "menarik"....???????

1. Suami Romantis yang selalu menghujani dengan kata2 cinta dan hadiah bertabur bunga... Atau...

2. Suami yang sederhana dengan kepolosan dan ketulusannya mencintai mu dan anak2 mu.. dan dengan langkah ringannya berdiri disampingmu dengan tatapan penuh pengertian dan membantumu mencuci piring... dan dengan anggukan penuh pengertian menggiring anak2 mu tidur sambil membacakan dongeng saat tugas2 menumpuk dan menuntut untuk kau kerjakan...

Setelah 9 tahun menikah, ternyata.. aku lebih memilih yang kedua... Dan berhenti berusaha merubahnya jadi seromantis pangeran dari negeri dongeng... Cinta di hati ini tumbuh dan berbunga bukan karena Ia romantis.. tapi karena kebaikannya untuk mencintaiku dan duniaku 'bukan' dengan apa adanya...

Jumat, 23 Desember 2011


Terimakasih Karena Kau Memilihku Menjadi Ibu Mu


Tadi pagi, aku terbangun dengan sebuah kejutan dari mu
"Selamat hari Ibu, Ummi cantiiiik..."
Kompak sekali kau ucapkan berdua
dengan sebuah pantun yang kau rangkai bersama Abi semalam..
2 3 bunga padi, dibawa anak itik
Walaupun ummi belum mandi, tapi ummi tetep paaaliiing cantik...
Selamat hari IBU...
Terimakasih karena sudah melahirkan, merawat dan menjaga kami...

Sungguh.. aku ingin memberikan senyum yg paling cantik.. untuk menyambut kejutan manis dari mu
Tapi, bukan senyuman yg terlukis di wajahku.. tangisan tergambar jelas di wajah haru biru ku..

2 Bidadari ku yang cantik...
Tidak perlu kau ucapkan terimakasih padaku, karena sudah melahirkanmu..
Rahimku hanyalah ranjang sementara yang diciptakan Allah
untuk mempersiapkanmu hadir di bumi ini...

Justru aku.. Ibumu.. orang yang kau anggap MALAIKAT ini..
Yang ingin mengucapkan terimakasih kepadamu..
Terimakasih karena kau telah memilih rahimku sebagai tempatmu untuk tumbuh
Terimakasih karena kau telah memberiku pengalaman merasakan tendangan2 kaki mungilmu di dinding perutku..
Terimakasih karena kau telah memberikan kesempatan memetik PAHALA besar saat berjuang melahirkanmu
Terimakasih karena kau telah membuatku dianggap sempurna sebagai seorang wanita
Terimakasih karena kau membuat suara tawa dan tangismu menghidupkan rumah sepiku
Terimakasih karena kau rela memilihku untuk menjadi IBU mu..

Aku yang bukan siapa-siapa...
Aku yang tidak tahu apa-apa..
Aku yang menangis saat kau membuatku muntah dan sakit kepala pada setiap bangun pagi
Aku yang masih egois makan mie instan saat mengandungmu
Aku yang... Aku bukan seperti MALAIKAT seperti anggapan mu...

Terimakasih... terimakasih.. karena kau telah memperbaiki ku..
Kau yang membuatku mau membaca lebih banyak
Kau yang membuatku belajar mendongeng dan bercerita
Kau yang mengikis sifat egoisku dengan menyusuimu selama 2 tahun
Kau yang mengajariku arti cinta sesungguhnya
Kau yang mengajariku menahan emosi dan lebih banyak tersenyum
Kau yang mengajari untuk bisa bersikap lebih bijaksana
Kau yang membangunkanku di 1/3 malam karena rengekanmu untuk minta susu
Kau yang mengajariku bersosialisasi dengan tetangga saat menemanimu main sepeda

Lihatlah.. betapa aku, Ibu mu.. harus lebih banyak berterimakasih kepada mu...
Lihatlah betapa kini aku memiliki kemampuan berempati..
Lihatlah betapa kini aku bisa memasak berbagai menu makanan..
Tapi aku pun masih memiliki banyak kekurangan..
Mungkin aku masih suka menatap marah dan bersuara tinggi kepada mu
Mungkin aku masih suka tanpa sadar memaksamu mengikuti apa mau ku..
Maafkanlah Ibu mu ini, karena aku bukan malaikat sempurna
Tapi aku adalah orang yang selalu mencintaimu, mendo'akan mu,
menangis untuk memohon kepada Allah akan keberkahan bagimu

Maka pada hari "Ibu" ini.. ijinkanlah aku, wanita yang sudah melahirkan mu ini..
Mengucapkan terimakasih kepada mu juga...
Terimakasih karena kamu ber 2 sudah membuatku banyak menerima do'a di hari ini..
Terimakasih karena telah memilihku untuk menjadi... Ibu Mu

Bekasi, 22 Desember 2011

Sabtu, 16 April 2011

Surat Untuk 2 Bidadariku ¸.•*¨*•♫

2 Bidadariku yang dicintai Allah, sudah kewajibanku pula untuk mengingatkanmu, bahwa kau bukan hanya akan mencari seorang suami , Nak. Akan tetapi, juga seorang Ayah bagi anak-anakmu. Dari spermanya akan mengutuh jati diri anakmu nanti. Dalam rahimmu akan mewujud buah hatimu kelak.

Karenanya, pandanglah jauh menerawang. Bukan semata dari kedudukannya saat ini, Nak. Bukan pula sebatas ketampanan kini. Bayangkan bertahun kemudian. Ketika kalian menua bersama. Ketika kalian menatih jalan anak pertamamu. Ketika kalian merapikan mukena gadis kecilmu yang sedang belajar shalat.

Seperti apa ia kelak, Nak? Apakah ia akan membangunkan dengan kecupnya sewaktu Subuh menjelang? Akankah kau melantunkan alquran sebagai lagu nina bobo? Yakinkah kau bahwa anakmu akan menjadi prioritas utama, bahwa kalian akan menjadi ayah dan bunda penuh waktu –bukan ayah dan bunda akhir pekan?

Aku mendoa siang malam agar Allah menganugerahimu Ayah & Bunda terbaik bagi dunia dan akhiratmu. Ayah & Bunda dengan hati lembut, yang senyum penuh kasihnya buncah setiap memandangmu. Bunda dengan tubuh yang anggun, yang sanggup mengajarimu berpeluh demi umat. Bunda dengan cita-cita besar, yang menanamkan ridha Allah sebagai tujuan utama keluarga kita.

Sebagaimana kau ketahui pula, Nak.  siang malam pula, Nak, aku berdoa agar mampu menjadi Ayah & Bunda terbaik bagi dunia dan akhiratmu.. Ayah & Bunda yang mewujud sahabat terbaikmu. Ayah & Bunda yang menggenggam tanganmu erat dalam mengarungi naik turun kehidupanmu.

Mungkin akan lama surat-surat ini menanti, hingga tersampai pada masa yang tepat bagi anak saya untuk membacanya. Tetapi bukankah Allah adalah pengabul segala pinta? Karenanya biarlah ini menjadi salah satu wujud doa saya. Biarlah terpanjat. Biarlah terdengar.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min (40): 60).


(di ambil & di edit dari tulisan SURAT UNTUKMU, NAK¸.•*¨*•♫ oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 16 April 2011 jam 1:13 )
 

Sabtu, 02 April 2011

Mencintai mu...

Suatu pagi bersama suamiku... (Waktu aku lagi manyun karena dia mengkritikku)
Manis...
Cinta itu bukan berarti menerima mu apa adanya...
Tapi....
Cinta itu artinya bisa memperbaiki & melengkapi kekurangan mu
Dan, menemukan serta memfasilitasi segala keistimewaan mu..
Aku mencintai mu..
dan mau menemukan cinta bersamamu...

Ya Allah... Langsung meleleh deh... Hilang Manyunnya...
Dan cuma bisa bilang "Terimakasih karena Masih mencintaiku... "

Selasa, 16 Maret 2010

KETIKA AKU JATUH CINTA

Ketika aku jatuh cinta...
Aku ingin bisa mencintai-Mu,
Seperti bunga yang selalu mencari matahari

Ketika aku jatuh cinta...
Aku ingin bisa mencintai-Mu,
Seperti ombak yang selalu rindu menyentuh pantai

Ketika aku jatuh cinta...
Aku ingin bisa mencintai-Mu,
Seperti bulan yang selalu setia pada bumi

Ketika aku jatuh cinta...
Aku ingin bisa mencintai-Mu,
Seperti semut yang selalu datang pada gula

karena ketika aku jatuh cinta,
aku selalu ingin berjumpa dengan-Mu
aku selalu ingin dekat dengan-Mu
aku selalu ingin Engkau melihatku
Ya... Allah biarkan aku jatuh cinta pada-Mu...
Biarkan aku mencintai-Mu dengan cara paling sederhana sekalipun