Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

~Aku Seorang Pengusaha~

Waktu ada orang tanya "Mba, kerja di mana...?" lalu saya Jawab dengan mantaf "Aku pengusaha..!" terdiam sebentar lalu mereka menanggapi dengan "Oooooh..." yang panjang dan penuh keraguan... (Emang gk ada tampang pengusaha yach...?? ^__^) Sekali lagi saya jelasakan dengan Mantap.. "Saya memang pengusaha..!!" lalu mereka bertanya lagi dengan tampang ragu dan penasaran (liat saya ngotot kali ya..) "Usaha di bidang apa, Mba.." saya jawab lagi "Bergerak di bidang pemberdayaan keluarga" jawab saya sambil senyum2.. Pada bingung lagi "Maksudnya... ada hubungannya dengan keluarga berencana gituh..??" bertanya lagi sambil ngeledek sekarang. "Tepat Sekali..!!!" Jawab saya cepat. "Saya Memang Pengusaha...., Pengusaha yang MENGUSAHAKAN Kebahagian untuk suami dan anak2 saya khususnya, juga keluarga besar saya pada umumnya... Begitu..!!!" Bukan lagi kebingungan yang kini terpampang di wajah para penanya itu.. tapi wajah penuh pemakluman dan ada jg yang merasa lemas (punya harapan temennya pengusaha seperti pengusaha kebanyakan siih...) atau bahkan merasa tertipu krn menganggap saya bercanda... Padahal bener saya serius, asli klo saya memang pengusaha.. ya di bidang tadi itu... Kalau bukan saya, istri dan juga Ibu, yang mengusahakan pemberdayaan mereka, lha terus siapa lagi... Makanya jangan pada Heran... Ibu2 itu Pengusaha.. Gajinya dibayar langsung sama Allah SWT.. Ambilnya di Loket Surga... Bisa menikmati bonus langsung di Dunia... Suami Soleh dan Anak2 berhati Mulia.. Amiin.. Semangat Para Ibu..!!!!
 
(untuk para Ibu yang tengah berjuang, jangan pernah menyerah, semangatmu bisa membuatmu memikul laut di bahu kananmu dan memikul gunung di bahu kirimu, do'a mu bisa membuat kaki2 mungil itu menaklukan gurun dan sayap2 muda itu terbang melintasi samudera.. I Love U Mom..!!!)

Sabtu, 16 April 2011

~ Nelangsa ~

Jika boleh aku bertanya...
Taukah kalian rasanya nelangsa ditinggalkan...?
Kalian yg satu persatu pergi...
Demi mengejar asa & mimpi...
Kesempatan memang tak boleh disia-siakan...
Dan tak ada kata egois bagi orang yang ingin mencapai bulan...

Tapi...
Taukah kalian rasanya nelangsa ditinggalkan...?
Kalian yg sudah memberikan bekal,
Namun juga lupa meninggalkan pesan,
Bagaimana caranya menggunakan perbekalan...

Sungguh...
Taukah kalian rasanya nelangsa ditinggalkan...?
Di tengah jalan keramaian,
Hanya ada tujuan... Tanpa rute dan juga nomor kendaraan...

Sekali lagi jika boleh aku bertanya...
Taukah kalian rasanya nelangsa ditinggalkan...?
Hanya berpegang pada apa yang kalian katakan..
Hidup adalah perjuangan, pilihan  dan juga kenyataan...
Kadang menyakitkan, tapi akan ada banyak kesenangan...
Dan jangan lupa selalu ada Tuhan...

Sekarang, jika boleh aku bercerita...
Tentang bagaimana rasanya nelangsa ditinggalkan...
Tanpa semangat, hanya ada peluh yang lekat...
Menyusuri lorong seperti hilang tersesat...
Terpaku sampai petang mengunggu tengat..
Kosong... Tanpa ruh, hanya ada jasad...

Ooooh... Kalian sungguh tega membuatku nelangsa...
Meski aku tahu hidup kalian juga harapan
Meski aku tahu, aku ini bukan pilihan...

Saat petang aku menunggu mentari tenggelam...
Aku merasa ada sebuah kehangatan...
Kalian hanya pergi membawa diri, bukan mentari...

Ada detak tekad dalam balutan sepi...
Masih ada Tuhan...
Kenapa aku harus menangisi kalian...
Kepercayaan memang membuat kita merasakan kehilangan...

Jika boleh aku berkata pada kalian...
Tentang bagaimana rasanya nelangsa ditinggalkan...
Awalnya memang menyakitkan...
Tapi kini jadi menguatkan...
Jika hidup ini memang perjuangan, pilihan dan juga kenyataan..
Aku harus berjuang karena ditinggalkan...
Menghadapi pilihan untuk mengasah kepercayaan...
Dan menerima kenyataan bahwa suatu hari... Aku juga akan meninggalkan

(Untuk semua jiwa-jiwa hebat yang pergi memenuhi pilihan, Aku rela ditinggalkan dan satu do'a dari kalian, akan menguatkan)

Kamis, 18 November 2010

Tak Selalu Dengan Bakat

Pernahkan Anda mendengar
orang yang mengeluh karena dia
tidak berbakat dibidangnya?

Satu, tidak ada orang yang sehebat apa pun,
bisa mengatakan bahwa itu adalah
satu-satunya bakat dalam dirinya.

Dua,  sebagian besar bakat tidak dikenali,
sampai dibuktikan dalam pekerjaan.

Tiga,  kita tetap bisa berhasil
dalam bidang apa pun walau tanpa bakat,
asal kita bersedia MEMBAKATI
yang kita kerjakan.

From FB : Mario Teguh